thaiofwedgwood.com – Seorang profesor asal Israel, Ilana Hairston, membuat pernyataan kontroversial dengan membandingkan rezim Zionis Israel dengan Nazi Jerman. Dalam pandangannya, rezim tersebut telah kehilangan hak untuk eksis akibat tindakan brutal terhadap aktivis yang mendukung Palestina, khususnya terkait insiden baru-baru ini yang melibatkan armada bantuan ke Gaza.
Hairston, yang merupakan profesor psikologi di Tel-Hai College, mengemukakan pandangannya dalam sebuah unggahan di media sosial berbahasa Ibrani. Ia merujuk pada pelanggaran yang dilakukan oleh pasukan Israel yang menyita kapal bantuan yang berlayar menuju Gaza. Selain itu, Hairston mengutip kesaksian dari para korban penculikan dalam insiden tersebut, menekankan betapa mengerikannya perlakuan yang mereka alami, termasuk penyiksaan fisik dan penolakan terhadap perawatan medis.
Dalam pernyataannya, Hairston menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan saat ini mencerminkan tindakan genosida. Ia menggambarkan kondisi para aktivis yang diculik, dengan deskripsi yang menyedihkan mengenai perlakuan merendahkan mereka saat ditahan. Ia juga mengkritik pemerintah yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menyebut mereka sebagai “pembunuh dan pemerkosa,” dan berpendapat bahwa mereka seharusnya dijatuhi hukuman berat.
Insiden ini terjadi pada 1 Oktober, ketika Armada Global Sumud menghadapi penyekatan oleh pasukan Israel saat berusaha mengirimkan bantuan kemanusiaan ke wilayah yang tengah terkepung. Aktivis yang terlibat dalam armada tersebut telah mengungkapkan cerita mengerikan tentang pengalaman penculikan dan perlakuan kasar yang mereka alami selama berada di tangan otoritas Israel. Pendapat yang disampaikan oleh Hairston menunjukkan adanya ketidakpuasan yang mendalam terhadap tindakan pemerintah Israel saat ini.