thaiofwedgwood.com – Pembangunan Green Hydrogen Pilot Project Ulubelu di Tanggamus, Lampung, ditargetkan dapat menghasilkan energi hingga 300 megawatt (MW). Proyek ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan ekosistem green hydrogen di Indonesia, dengan harapan Pertamina dapat mengembangkan 300 MW sebelum tahun 2029. Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy, Julfi Hadi, menyatakan hal tersebut pada Selasa, 9 September 2025, di lokasi proyek.
Julfi menjelaskan bahwa saat ini perusahaan sedang mempersiapkan ekosistem yang diperlukan, sehingga diharapkan kemampuan produksi green hydrogen akan meningkat secara signifikan pada tahun 2030 hingga 2033. Dengan potensi besar geothermal di Indonesia, pengembangan ini menjadi krusial, terutama dengan dukungan dari pemerintah untuk mempercepat proses.
Julfi menambahkan bahwa proyek ini membuka peluang baru di sektor bisnis offgrid, yang memungkinkan penggunaan energi tanpa bergantung pada PLN. Selain itu, proyek ini juga berfokus pada konversi green hydrogen menjadi amonia atau metanol untuk keperluan domestik maupun ekspor.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengungkapkan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu memberikan kontribusi sekitar 25% terhadap kebutuhan listrik provinsi tersebut. Ia menegaskan bahwa proyek ini tidak hanya memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga berkontribusi dalam penurunan emisi karbon, menjadikan Lampung dan Indonesia lebih ramah lingkungan.
Pembangunan pilot project ini menjadi yang pertama di dunia yang mengintegrasikan teknologi anion exchange membrane water electrolyzer dengan sumber listrik bersih dari panas bumi. Ini merupakan langkah signifikan menuju penggunaan energi terbarukan yang lebih luas.