thaiofwedgwood.com – CEO Google Cloud, Thomas Kurian, menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung pertumbuhan perusahaan rintisan (startup) berbasis AI di Asia melalui akses pada infrastruktur canggih dan jaringan global. Pernyataan ini disampaikan pada sesi tanya jawab di acara “AI Asia: Building Beyond Borders” yang berlangsung di Singapura.
Dalam kesempatan tersebut, Kurian menjelaskan bahwa Google memiliki program yang dirancang untuk membantu startup AI memanfaatkan infrastruktur komputasi, termasuk Tensor Processing Unit (TPU) dan Graphics Processing Unit (GPU). “Kami juga menyediakan mekanisme bagi startup yang ingin membangun di platform kami agar dapat diakses oleh komunitas pengembang global,” ungkapnya. Namun, model yang dibangun harus memenuhi standar kualitas tertentu.
Lebih lanjut, Google akan segera meluncurkan pasar agen yang memungkinkan startup untuk mempublikasikan produk AI mereka secara langsung kepada pelanggan di seluruh dunia. Menurut Kurian, banyak startup unicorn yang telah sukses berkembang bersama Google Cloud, dan strategi ini akan terus diperluas untuk memperkuat pertumbuhan bersama.
Thomas menekankan bahwa upaya telah dilakukan untuk menyederhanakan proses bagi startup dalam memanfaatkan alat yang disediakan, sehingga mereka dapat tumbuh bersama perusahaan. “Kami berupaya menjadi mitra strategis bagi startup AI di Asia,” tambahnya.
Di acara tersebut, Kurian juga mengumumkan ketersediaan model Gemini, model bahasa besar terbaru Google, yang dapat diakses di Google Cloud Singapura. Ia menyatakan bahwa inovasi AI ini akan membuka peluang baru bagi organisasi, dan berperan sebagai katalisator dalam transformasi ekonomi. Dengan langkah-langkah ini, Google Cloud berupaya untuk memperkuat posisinya dalam ekosistem startup AI di kawasan Asia.