Site icon thaiofwedgwood.com

Jimly Tekankan Pentingnya Peran Kehakiman di Indonesia

[original_title]

thaiofwedgwood.com – Pakar hukum tata negara Prof. Jimly Asshiddiqie menekankan pentingnya peran hakim di Indonesia, termasuk di Mahkamah Konstitusi (MK), sebagai penyeimbang antara eksekutif dan legislatif dalam menjaga demokrasi serta negara hukum. Pada acara peluncuran bukunya yang berjudul “Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman” di Jakarta, Jimly menyatakan bahwa independensi peradilan sangat krusial untuk menghadapi dinamika politik yang semakin kompleks.

Jimly menjelaskan bahwa saat ini, kekuasaan politik dan ekonomi saling berinteraksi kuat, di mana seringkali keputusan kritis jatuh kepada kelompok elite. Ia mengingatkan bahwa kekuasaan kehakiman harus tetap berpegang pada prinsip keadilan, bukan semata-mata mengikuti mayoritas. Menurutnya, aturan mayoritas—jika dijadikan satu-satunya patokan—dapat menurunkan substansi demokrasi, sehingga suara dari kelompok minoritas perlu direpresentasikan dalam proses pengambilan keputusan.

Dalam konteks ini, Jimly menggarisbawahi bahwa kualitas demokrasi dan negara hukum berada di tangan para hakim. Ia juga mempertanyakan apakah sistem “satu atap” Mahkamah Agung yang ada saat ini sudah memenuhi prinsip independensi yang diperlukan. Dengan adanya struktur yang terpusat, di mana keputusan-keputusan penting bergantung pada Ketua MA, berpotensi menciptakan budaya komando yang harus diubah.

Jimly mengingatkan bahwa jika kekuatan eksekutif dan legislatif berkolaborasi tanpa adanya kontrol dari kehakiman, masyarakat sipil dapat terancam. Hal ini bisa menciptakan ketegangan antara masyarakat dan negara apabila aspirasi publik tidak terwakili dengan baik. Dengan begitu, ia menyerukan agar semua pihak menjaga dan merawat kualitas demokrasi serta negara hukum demi kepentingan bersama, bukan hanya untuk keuntungan individu atau institusi.

Exit mobile version