Site icon thaiofwedgwood.com

Menteri PU Percepat Pembangunan Jembatan Permanen di Aceh

[original_title]

thaiofwedgwood.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memprioritaskan pembangunan jembatan permanen di Aceh sebagai respons terhadap bencana yang terjadi. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa meski daerah tersebut masih dalam tahap tanggap darurat, percepatan pembangunan jembatan harus dilakukan untuk mengatasi kemacetan dan memastikan suplai logistik bagi masyarakat.

Dody menjelaskan, sudah ada delapan jembatan yang mulai dibangun secara permanen di Aceh, antara lain Jembatan Krueng Meureudu, Jembatan Krueng Tingkeum, dan Jembatan Ulee Langa. Selain itu, akan ada penanganan di 30 titik longsoran yang tersebar di sejumlah ruas jalan di provinsi tersebut. Dody menambahkan bahwa pembangunan jembatan permanen ini bertujuan untuk menggantikan struktur sementara dan meningkatkan ketahanan infrastruktur menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

Proses pembangunan diperkirakan akan memakan waktu sekitar 8 hingga 9 bulan untuk setiap jembatan. Kementerian juga menyiapkan skema bertahap untuk Jembatan Krueng Tingkeum, di mana jembatan sementara akan tetap berfungsi selama proses konstruksi berlangsung. Hal ini bertujuan untuk memberikan beberapa alternatif jalur bagi masyarakat guna mengurangi kemacetan.

Secara keseluruhan, Kementerian PU berencana menangani sebanyak 20 jembatan permanen dan 68 titik longsoran di Aceh hingga bulan Juni 2026. Dody menekankan pentingnya penanganan jembatan dalam tahap awal pasca bencana agar tidak ada daerah yang terputus konektivitasnya. Kementerian PU berkomitmen untuk terus mempercepat penanganan ini dan berkoordinasi dengan pihak terkait, serta melanjutkan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur setelah masa tanggap darurat berakhir.

Exit mobile version