thaiofwedgwood.com – Sosok Didarul Islam menjadi sorotan media di Amerika Serikat, setelah dia tewas dalam penembakan massal di Manhattan. Kejadian tragis ini terjadi pada hari Senin, ketika Islam, seorang anggota Departemen Kepolisian New York (NYPD), sedang bertugas sebagai petugas keamanan di sebuah gedung pencakar langit di 345 Park Avenue.
Upacara pemakaman Didarul Islam dilaksanakan pada Kamis sore, di Masjid Jami Parkchester, Bronx, di mana enam rekan petugasnya mengangkat peti jenazahnya. Dalam acara tersebut, ribuan petugas kepolisian dan anggota komunitas hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Suasana haru terasa ketika hujan deras menemani prosesi, membasahi bendera NYPD yang terhampar di atas peti jenazah.
Didarul Islam, seorang ayah berusia 36 tahun dan anak tunggal bagi orang tuanya, dikenal sebagai pengabdi yang layak dihormati. Saat penembakan terjadi, dia berada di lokasi untuk menjalankan tugasnya, meskipun sedang tidak dalam dinas sebagai polisi. Dia merupakan salah satu dari empat korban yang kehilangan nyawanya dalam insiden tersebut. Komunitas Bangladesh di Parkchester sangat terpukul atas kehilangan yang mendalam, terutama karena Didarul sedang bersiap menyambut kelahiran anak ketiganya.
Peristiwa ini menjadi perhatian luas, termasuk di kalangan pemimpin komunitas dan tokoh Muslim di New York, yang berkumpul untuk mendoakan almarhum. Didarul Islam dikenang sebagai sosok yang berdedikasi dan menjadi pelindung bagi warganya. Kejadian ini menggarisbawahi pentingnya perlindungan dan keamanan di tengah ancaman kekerasan.