thaiofwedgwood.com – Komite Olimpiade Internasional (IOC) mendapatkan kritik tajam setelah menjual kaos yang memperingati Olimpiade Berlin 1936, sebuah perhelatan yang dikenal sebagai alat propaganda Nazi. Kaos tersebut merupakan bagian dari koleksi “Heritage Collection” yang menampilkan desain poster asli karya Franz Würbel, menggambarkan seorang atlet dengan latar belakang cincin Olimpiade dan Gerbang Brandenburg.
Pertunjukan olahraga ini, yang berlangsung tiga setengah tahun setelah Nazi berkuasa, digunakan oleh Adolf Hitler untuk mempromosikan superioritas ras “Aryan”. Meskipun atlet Afrika-Amerika seperti Jesse Owens meraih medali emas, ajang tersebut tetap dibayangi oleh penindasan. Aktivis kemanusiaan dan sejarawan pun angkat bicara, menyoroti risiko normalisasi kebencian melalui penjualan merchandise terkait.
Christine Schmidt, Co-Director Wiener Holocaust Library, menekankan bahwa Nazi memanfaatkan Olimpiade untuk menutupi kekejaman mereka, termasuk larangan bagi hampir semua atlet Yahudi-Jerman dan penangkapan warga Roma. Schmidt menekankan perlunya pemisahan nilai estetika dari horor sejarah.
Scott Saunders, CEO International March of the Living, sependapat dengan kritik tersebut dan menyatakan bahwa tindakan IOC berpotensi menormalisasi sikap diskriminatif. Ia menegaskan pentingnya memperhatikan pelajaran dari sejarah, terutama dengan meningkatnya antisemitisme di ruang publik.
Menanggapi kecaman, juru bicara IOC berdalih bahwa koleksi tersebut merayakan 130 tahun seni dan desain Olimpiade, dengan berbagai edisi tanpa terkecuali. Meskipun mengakui sejarah kelam yang terkait, mereka mengingatkan prestasi atletik dari ribuan kontestan yang berpartisipasi. IOC juga menyebutkan bahwa konteks sejarah Olimpiade 1936 dijelaskan lebih mendalam di Museum Olimpiade di Lausanne.