thaiofwedgwood.com – Kisah sedih Tong Sin Fu, sosok penting dalam dunia bulu tangkis, mencuri perhatian setelah ia berlabuh di China meskipun sebelumnya dibuang oleh Indonesia. Tong, yang lahir di Teluk Betung, Lampung, pada 13 Maret 1942, awalnya dikenal sebagai pemain muda terbaik Indonesia di era 1950-an. Namun, ia memutuskan untuk melanjutkan karir di luar negeri, tepatnya di China, setelah mengubah namanya menjadi Fuad Nurhadi.
Kemampuannya yang luar biasa membuat Tong berprestasi di China, sehingga ia menjadi sorotan media. Namun, pada tahun 1986, ia harus kembali ke Indonesia akibat kebijakan pemerintah Tiongkok. Setelah kembali, Tong mendapat kesempatan untuk melatih di berbagai klub, termasuk Pelita Jaya dan Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta.
Sebagai pelatih, Tong Sin Fu berhasil melahirkan sejumlah pemain bulu tangkis top, termasuk Icuk Sugiarto, Ardy Wiranata, Hariyanto Arbi, dan Alan Budikusuma. Ia berperan penting dalam membantu Alan meraih medali emas di Olimpiade Barcelona 1992. Tong juga berkontribusi dalam melatih ganda putri Indonesia, yang meraih juara Piala Uber sebanyak dua kali, yakni pada tahun 1994 dan 1996.
Kisah Tong Sin Fu menggambarkan perjalanan seorang atlet yang mengalami perubahan nasib, dari dibuang sampai berhasil membawa Indonesia dan China bersinar di pentas bulu tangkis dunia. Dengan pengalaman dan bakatnya, Tong menjadi salah satu pelatih terbaik yang pernah dimiliki dunia bulu tangkis, menjadikannya sosok yang tidak akan terlupakan dalam sejarah olahraga ini.