thaiofwedgwood.com – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah untuk bekerja sama dengan investor dalam program pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Dalam keterangannya di Jakarta, Tito menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah (pemda), investor, dan pemerintah pusat sangat krusial untuk kesuksesan proyek ini, yang juga mendukung kemandirian energi nasional.
Menurut Tito, keberhasilan PSEL bergantung pada sinergi yang kuat di antara semua pihak. Pemda memiliki tanggung jawab untuk menyediakan lahan, membangun infrastruktur dasar seperti akses jalan, air, dan listrik, serta menjamin pasokan sampah minimal 1.000 ton per hari untuk operasional proyek. Di sisi lain, investor bertugas membangun dan mengelola fasilitas insinerator dengan mekanisme kerja sama yang mampu mengatasi risiko, termasuk masalah pasokan atau bencana alam.
Saat ini terdapat 33 titik lokasi prioritas untuk pembangunan PSEL, termasuk 10 wilayah yang ditetapkan sebagai prioritas utama. Program ini tidak hanya akan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga menghasilkan energi terbarukan yang akan diserap oleh PLN. Untuk meringankan beban pemda, pemerintah bahkan menghapus sistem tipping fee.
Tito menambahkan bahwa teknologi insinerator PSEL mampu mengurangi volume sampah hingga 90 persen, sehingga tidak mempercepat pengisian TPA dan menjaga kebersihan kota. Pengelolaan yang berorientasi data memungkinkan pemda dan investor memastikan ketersediaan pasokan sampah untuk produksi energi yang optimal.
Secara keseluruhan, PSEL diharapkan dapat menjadi model nasional dalam pengelolaan sampah berkelanjutan, dengan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian lokal melalui penciptaan lapangan kerja baru. Sinergi antara pusat, pemda, dan investor menjadi fondasi bagi keberhasilan program yang bermanfaat bagi masyarakat luas.