thaiofwedgwood.com – Penanganan pergerakan tanah yang mengakibatkan terjadinya lubang raksasa di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, menjadi prioritas Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo. Dalam kunjungannya pada Jumat lalu, Dody menegaskan perlunya tindakan cepat untuk mencegah longsoran semakin meluas yang dapat mengancam infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
Dody mengungkapkan, hasil evaluasi memperlihatkan perlunya beberapa langkah teknis, di antaranya adalah pembuatan grouting untuk menghentikan pergerakan air di bawah tanah. Penyebab utama dari gerakan tanah ini, menurut Badan Geologi Kementerian ESDM, meliputi batuan yang mudah terlepas akibat air, kemiringan lereng, serta erosi yang menyebabkan ketidakstabilan tanah.
Letak longsoran tersebut yang berdekatan dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan juga menjadi perhatian, mengingat aliran air dapat memperparah kondisi. Dody juga menambahkan, langkah-langkah mitigasi seperti penutupan aliran sungai dan penguatan area longsoran harus segera dilakukan untuk melindungi perkebunan masyarakat.
Walaupun situasi tersebut memerlukan waktu dan sumber daya yang cukup, Dody menekankan pentingnya menjaga kualitas dalam penanganan agar hasilnya dapat bertahan dalam jangka panjang. Meskipun jalan utama terputus, alternatif jalan baru telah dibangun sekitar 80 meter dari lokasi longsoran. Dody berkomitmen untuk segera menanggulangi masalah ini agar akses jalan tetap aman dan tidak terancam longsoran lebih lanjut.
Keberhasilan penanganan pergerakan tanah ini diharapkan dapat melindungi masyarakat serta infrastruktur di sekitarnya dari kerusakan yang lebih parah.