thaiofwedgwood.com – Penempatan dana sebesar Rp200 triliun di bank-bank milik negara, yang dikenal sebagai Himbara, telah mulai berdampak positif terhadap permintaan masyarakat dan aktivitas ekonomi sektor riil. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa strategi ini telah menunjukkan hasil yang menggembirakan, dengan pertumbuhan permintaan yang terlihat.
Dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KiTa) yang berlangsung di Jakarta pada Selasa, 14 Oktober, Purbaya mengungkapkan bahwa lebih dari Rp112 triliun dari total dana tersebut telah disalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit produktif hingga akhir September. Hal ini mencerminkan bahwa lebih dari separuh dana telah berfungsi untuk mendukung konsumsi, investasi, dan pertumbuhan ekonomi di tanah air.
Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa inisiatif ini bukan hanya sekadar menambah likuiditas, tetapi juga menciptakan efek pengganda melalui penurunan biaya pendanaan, mendorong pembiayaan sektor riil, dan menjaga momentum pemulihan ekonomi. Ia mencatat, pengaruh positif terlihat pada peredaran uang di sistem keuangan, dengan indikator M0 atau base money tumbuh sebesar 13,2% setelah sebelumnya stagnan di angka 0%.
Langkah tersebut juga mengakibatkan penurunan suku bunga pasar antarbank. Suku bunga IndONIA tercatat turun dari 4,59% menjadi 4,04%, sementara Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) 7D turun dari 5,17% menjadi 4,86%. Menurut Purbaya, penurunan suku bunga ini akan berpengaruh pada biaya pinjaman di masa mendatang, menciptakan dampak nyata bagi ekonomi domestik.
Dengan kondisi likuiditas sistem keuangan yang memadai, Pemerintah optimis dapat menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil hingga akhir tahun.