thaiofwedgwood.com – Pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta perlu berjalan seiring dengan pelestarian sejarah, menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Dalam pernyataannya pada Rabu, Rano menjelaskan bahwa kawasan Heritage Kota Tua di Jakarta bukan hanya menjadi ikonik dari segi sejarah, tetapi juga berfungsi sebagai destinasi wisata yang harus terus dilestarikan.
Saat ini, ada proyek pembangunan jalur MRT Fase 2A yang menghubungkan Bundaran HI dengan Kota Tua. Rano menyatakan bahwa aksesibilitas yang lebih baik di kawasan bersejarah ini akan meningkatkan daya tarik tempat tersebut bagi wisatawan. “Pertumbuhan ekonomi tidak boleh meniadakan sejarah, tetapi harus saling melengkapi,” ujarnya.
Pemprov DKI Jakarta juga berencana untuk melakukan revitalisasi bangunan-bangunan bersejarah dengan mengadopsi konsep Pembangunan Berorientasi Transit (TOD). Konsep ini bertujuan untuk memaksimalkan fungsi permukiman, bisnis, dan rekreasi di sekitar infrastruktur transportasi umum yang terintegrasi. Rano menegaskan bahwa langkah ini diharapkan dapat memperkuat Jakarta sebagai kawasan pariwisata dan ekonomi kreatif.
Selain itu, potensi bahari Jakarta dengan daya tarik alam di kawasan pesisir dan Kepulauan Seribu juga menjadi fokus untuk menarik wisatawan dan investor. Pemerintah tengah berupaya memperkuat sarana transportasi serta menyediakan paket wisata terpadu. Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Iwan Setiawan, sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan, mengingat kontribusi sektor jasa mencapai 54,6 persen terhadap ekonomi Jakarta.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat menciptakan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata, baik di daratan maupun di kepulauan.