thaiofwedgwood.com – Universitas Islam Bandung (Unisba) menyelenggarakan The 8th Bandung Annual International Conference (BAIC 2025) di él Hotel Bandung pada Rabu, 10 September 2025. Konferensi internasional ini merupakan upaya untuk mengembangkan kolaborasi ilmiah dengan tema “Ekosistem Halal dan Keberlanjutan,” yang berfungsi mendukung pembangunan berkelanjutan menitikberatkan nilai halal.
Wakil Rektor II Unisba, Prof. Dr. Atih Rohaeti Dariah, mengungkapkan bahwa acara ini bertujuan menghadirkan diskusi antara para ilmuwan, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara. “Tema ekosistem halal menunjukan bagaimana sistem ini dapat berkontribusi terhadap keberlanjutan di sektor ekonomi, sosial, dan lingkungan,” kata beliau. Unisba berambisi menjadi universitas Islam terkemuka di Asia pada tahun 2033, dengan fokus pada pengembangan industri kesehatan halal melalui strategi jangka panjang dalam pendidikan dan penelitian.
Konferensi ini diikuti oleh 298 peserta dari 28 universitas di Indonesia dan 12 universitas internasional, termasuk dari Filipina, Amerika Serikat, dan Malaysia. Empat pembicara utama dihadirkan, yang masing-masing membawa perspektif berbeda terkait ekosistem halal.
Selain sesi utama, BAIC 2025 juga diisi dengan lokakarya bertema “Transcending Borders, Transforming Disciplines,” yang melibatkan para akademisi dari Indonesia dan Filipina. Lokakarya ini bertujuan mengembangkan penelitian multilateral untuk menciptakan kolaborasi ilmiah yang lebih kuat di kawasan Asia.
Prof. Neni Sri Imaniyati, Ketua LPPM Unisba, menambahkan bahwa konferensi ini merupakan komitmen Unisba untuk memajukan penelitian multidisiplin yang memadukan nilai Islam dengan praktik etis. Diharapkan, kegiatan ini dapat menghasilkan jaringan internasional yang akan memperkuat kontribusi ilmiah serta menghasilkan kebijakan yang praktis bagi komunitas.